FORCEP RIO

Sunday, January 31, 2010

TERNYATA SANGAT MUDAH

Ada seseorang yang pada saat melamar kerja, memungut sampah kertas

di lantai, lalu dimasukkan ke dalam tong sampah. Hal itu terlihat oleh
penginterview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.

”Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.”

Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada orang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda, anak ini juga membersihkan sepeda hingga mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, adik kecil itu ditarik untuk dipekerjakan di tempatnya.

Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.”

Seorang anak berkata kepada ibunya, "Ibu hari ini sangat cantik."
"Mengapa?" tanya ibunya.
"Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah" , jawab anak itu.

”Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.”

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata, "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur." Petani menjawab, "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku."

”Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.”

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya, "Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?"
"Cari mulai dari bagian tengah”, seseorang menjawab.
"Cari di rerumputan yang cekung ke dalam", yang lainnya berkata.
Ada pula yang menjawab, "Cari di rumput yang paling tinggi."
Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat, "Setapak demi setapak
cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana".

”Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.”

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan, "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku." Katak di pinggir jalan menjawab, "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah." Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk katak "pinggir jalan" dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.

”Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.”

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan beban berat, sangat menderita. Hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya, "Mengapa engkau begitu santai?" Dia menjawab sambil tertawa, "Karena barang bawaan saya sedikit."

”Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.”

Sumber : "teha" teha.sugiyo@toserbayogya.com
[sekolah-kehidupan] Inspirasi

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]



<< Home